Skip to main content

Apakah kucing boleh minum susu?

Photo by cottonbro from Pexels

Dokter-hewan.net
Slogan 4 sehat dan 5 sempurna seringkali dipajang di sekolah-sekolah di Indonesia. Susu merupakan syarat sebuah kesempurnaan. Hal inilah yang tertanam di otak semua orang, yang akhirnya hidup sehat selalu dikaitkan dengan meminum susu. Hal ini juga sering terjadi di komunitas pemilik hewan, khususnya pecinta kucing. Tidak jarang, demi alasan kesehatan. Pemilik kucing memberikan susu kepada kucingnya. Mereka berharap kucing akan sehat, gemuk dan bisa menjadi kucing yang sempurna. Namun, apakah kucing membutuhkan susu?

Kucing merupakan mamalia. Saat lahir, kucing akan langsung meminum susu dari induknya. Saat susu di hisap ke dalam mulutnya, kemudian diteruskan ke lambung dan usus, enzim yang bernama lactase akan bekerja untuk mengubah susu menjadi energi. Energi inilah yang akan menjadi bahan dasar bagi anak kucing untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang.

Anak kucing akan belajar makan paling cepat 4 minggu setelah disusui. Kondisi ini membuat produksi enzim laktase menurun. Walaupun anak kucing masih menyusu dari induknya, mereka akan kehilangan kemampuan untuk memproses susu secara perlahan. Jan Dempsey dari Purina Senior Nutririonist mengatakan “Umumnya kucing akan kehilangan kemampuan untuk mencerna gula dari susu setelah masa sapih karena makanan keras sudah menggantikannya, sehingga mereka tidak membutuhkan kemampuan itu lagi. Waluapun ada beberapa jenis kucing yang masih mampu mencerna susu sampai dia dewasa bahkan seumur hidupnya”[1].

Sakit perut merupakan gejala paling umum terjadi pada kucing yang minum susu. Laktosa yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan terjadinya fermentasi di dalam perut. Hal ini sejalur dengan pernyataan Linda P. Case, MS, seorang asisten professor Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Illinois dan juga penulis di buku The Cat : Its Behaviour, Nutrition dan Health “Laktosa yang tidak tercerna akan melewati saluran pencernaan dan kemudian bercampur dengan air. Bakteri di kolon akan menyebabkan terjadinya fermentasi yang akan menghasilkan Volatile Fatty Acids (VFA)[2]. VFA dan zat-zat yang berlebihan ini akan menyebabkan terjadinya mencret dan diare. Namun, Dr. Vincent C. Biourge, DVM, PhD, Dip ACVN&ECVCN dari Health and Nutrition Scientific Director Royal Canin Global dalam sebuah webinar online mengatakan : “Dalam jumlah sedikit, susu tetap akan bisa diserap. Namun jika melebihi batas ambang, tidak akan baik bahkan akan menimbulkan masalah pencernaan”[3].

Dr. Vincent juga menambahkan bahwa hal ini juga berlaku untuk anjing dan kucing yang dalam masa kebuntingan serta menyusui. Pemberian susu tambahan tidak terlalu bagus dilakukan. Selain menyebabkan masalah pencernaan. Susu tidak akan dicerna dengan baik dan tidak akan membantu dalam masa-masa tersebut. Beliau menyarankan untuk memperbaiki dietnya saja (makanan), hal ini lebih terbukti memberikan efek yang lebih baik. Pemberian pakan mother and baby atau makanan khusus untuk indukan bunting dan menyusui lebih memberikan efek yang lebih baik.

Kesimpulannya, kucing yang lepas masa sapih tidak perlu dan sebaiknya tidak diberikan tambahan susu. Pemberian susu tidak akan memberikan efek yang terlalu baik bahkan akan menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. Pemberian pakan bergizi seimbang lebih diutamakan daripada penambahaan susu disetiap dietnya. Hal ini juga berlaku untuk indukan yang sedang bunting dan menyusui.

 


[2] Prestige Animal Hospital, Why Cats and Cow’s Milk Don’t Mix, https://www.prestigeanimalhospital.com/services/cats/blog/why-cats-and-cows-milk-dont-mix, diakses pada tanggal 17 Maret 2021 jam 11:16 WIb

[3] Dr. Vincent C. Biourge, DVM, PhD, Dip ACVN&ECVCN, 2021, Managing Nutrition for Kitten-Puppy Patients (Webinar oleh Royal Canin), 18 Maret 2021 jam 19.00 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Kucingku Selalu Lapar?

Photo by  freestocks.org  from  Pexels Dokter-hewan.net - Suatu hari, seorang klien datang membawa kucingnya ke tempat praktek saya. Kemudian beliau menanyakan sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik ditelinga saya. " Dok, kenapa ya? Si Milo (kucing) selalu lapar. Berapapun makanan yang diberikan kepadanya selalu tidak cukup. Bagaimana solusinya dok? "  Keluhan seperti ini tidak cuma sekali, seringkali terjadi. Ada klien yang merasa bangga, khawatir hingga mengeluhkan biaya pakan kucingnya terlalu tinggi. Namun, hal ini ada beberapa hal yang mungkin dialami oleh kucing yang tidak pernah kenyang. Berikut akan kita ulas satu-persatu.  1. Cacingan Kucing yang selalu lapar bisa disebabkan oleh cacingan. Cacing di perut kucing akan mengambil nutirisi yang dibutuhkan oleh kucing, artinya sebanyak apapun kucing memakan makannya, dia tidak akan mendapatkan nutirisi darisana. Hal inilah yang membuat otak selalu mengirimkan signal ke otak kucing agar selalu lapar, kare...

Dipylidium caninum, Cacing dari anjing dan kucing yang mungkin menularimu

Dokter-hewan.net - Saya mendapatkan tautan dari seorang pengikut di tiktok yang saya kelola ( @dokterhewan86 ). Video yang ditautkan itu menggambarkan seekor anjing Pomeranian sedang melakukan gerakan dragging butt , yaitu gerakan menggosokkan anusnya ke lantai. Sayapun langsung membalas video itu dengan menjawab “ 4 alasan anjing melakukan dragging butt ” di tiktok tersebut. Jika kamu belum melihatnya, kamu bisa check video di bawah ini :  @dokterhewan86 #stitch with @Triplit Kenapa anjing menyeret pantatnya? #stitch #fyp #xyzbca #fypシ #anjing #dokter #hewan #dokterhewan #dokterhewan86 ♬ original sound - Dokter Hewan 86 Alasan utama anjing dan kucing melakukan dragging butt yaitu infestasi cacing Dipylidium caninum . Cacing ini termasuk kategori cacing cestoda  yang umum menyerang anjing dan kucing serta terkadang manusia. Cacing ini juga seringkali dikenal dengan nama cacing pinjal, cacing timun (1) dan sering juga dikira butiran nasi karena bentuknya san...

Lowongan Kerja : Harvest Pet Heatlh Sidoarjo

Dokter-hewan.net - Harvest Pet Health yang berlokasi di Sidoarjo membuka lowongan kerja untuk dokter hewan. Adapun kualifikasinya sebagai berikut :  Wanita Usia Max. 28 Tahun Berpengalaman/Fresh Graduate Mampu dalam penanganan emergency & operasi kecil Workteam Komunikatif Disiplin Bertanggung jawab Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kontak 081324354445 atau @harvest_petshop