Skip to main content

Apakah kaki anjingmu seperti ini? Bisa jadi karena infeksi cacing tambang!


Dokter-Hewan.net - Hookworm larval dermatitis merupakan istilah peradangan pada kulit yang disebabkan oleh larva daric acing tambang. Larva merupakan tahapan hidup cacing setelah menetas dari telur. Umumnya saat tahap larva mereka akan melakukan migrasi untuk menemukan inangnya. Setelah nantinya menemukan inangnya, dia akan menjadi cacing dewasa.

Unicinaria stenocephala atau Ancylostoma spp. Merupakan jenis cacing tambang yang umumnya ditemukan. Mereka akan menetas dari feses hewan yang terinfeksi dan kemudian akan mencari inangnya. Uniknya, larva cacing ini akan masuk melalui kulit dan kemudian berpindah ke usus untuk menjadi cacing dewasa. Dan perlu di waspadai, cacing ini bisa juga secara tidak sengaja masuk ke dalam kulit manusia sehingga hal ini dapat dikategorikan zoonosis (penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia maupun dari manusia ke hewan).

Umumnya, penyakit ini diderita oleh anjing yang sering bermain di luar yang bersentuhan dengan tanah dan rumput-rumputan. Jadi jika anjing kalian termasuk anjing outdoor sangat beresiko terhadap penyakit ini, sehingga cara pencegahannya adalah dengan memberikan obat cacing rutin dan pemeriksaan feses rutin di dokter hewan langganan anda.

Anjing yang terinfeksi larva ini, umumnya kaki yang terkena akan mengalami kebotakan, eritema, dan berkerak. Kemudian kulit pada kakinya akan mengeras dan menebal serta bagian pangkal kuku akan mengalami nekrosis. Umumnya anjing akan menggigiti bagian kakinya secara lembut secara terus menerus karena merasakan gatal di area kakinya.

Jika anjingmu memiliki gejala kaki seperti itu, alangkah baiknya dilakukan pemeriksaan feses, karena dengan pemeriksaan skin scrapping saja tidak akan dapat menegakkan diagnose. Selain itu umumnya dokter hewan akan menanyakan histori hewan kemudian melakukan biopsy jika dibutuhkan.
Namun, ada beberapa penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama yaitu Pododemodicosis, Trombiculidiasis, Atopy, Pelora dermatitis, Autoimune disease, dan Zinc responsive dermatosis.

Kesimpulannya, jika anjingmu memiliki gejala yang demikian, langkah baiknya langsung diperiksakan ke dokter hewan dan hewan harus dikarantinakan dulu serta kotoran hewan harus segera dimusnahkan agar tidak menulari anjing lain bahkan pemilik hewan itu sendiri. Serta lakukan pencegahakan dengan memberikan obat cacing rutin baik bagi hewan maupun pemilik itu sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Small-Dog Syndrome?

Dokter-hewan.net - Bayangkan dunia ini jika kamu sangat kecil. Tiduran di tanah dan melihiat ke sekeliling. Kamu dikelilingi banyak kaki. Saat kamu ingin melihat sesuatu, bayangkan seperti apa rasanya harus melihat ke atas sepanjang waktu. Selain membuat leher sakit, menatap hal-hal yang lebih besar dari kamu akan sangat luar biasa. Kemudian bayangkan bagaimana rasanya saat didekati orang asing dan menunduk ke arahmu, lalu menyentuh bahkan mengangkatmu? Selamat datang di dunia anjing kecil!  Small-dog syndrome merupakan kondisi yang dirasakan oleh anjing dengan tipe kecil untuk melalui aktifitasnya sehari-hari. Umumnya anjing ras kecil lebih cenderung tidak ramah terhadap yang ada disekelilingnya, baik itu kepada manusia asing bahkan anjing lainnya. Umumnya anjing yang mengalami Small-dog syndrome cenderung lebih suka marah, atau penakut terhadap orang asing maupun gangguan asing dari sekitarnya.  Jika anjingmu berjenis ras kecil dan bereaksi negatif terhadap lingkungannya, ...

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih...

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga...