dokter-hewan.net Snot (infectious coryza) merupakan penyakit yang menyerang sistem respirasi bagian atas ayam yang disebabkan oleh Avibacterium paragallinarum atau yang dahulu disebut dengan nama Haemophilus paragallinarum. Penyakit ini bersifat infeksius dan target utamanya adalah sinus. Ayam dalam ssegala umur dapat terserang snot, namun kejadian penyakit paling sering pada ayam dewasa. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, inhalasi udara yang tercemar bakteri, atau melalui pakan dan minum yang tercemar eksudat penderita. Gejala klinis snot adalah leleran serous sampai mucus dari hidung, pembengkakan daerah fascial, lakrimasi, diare, anoreksia. Penurunan kosumsi pakan dan minum mengganggu pertumbuhan pada ayam muda dan mengurangi produksi telur pada ayam petelur.
Photo by freestocks.org from Pexels Dokter-hewan.net - Suatu hari, seorang klien datang membawa kucingnya ke tempat praktek saya. Kemudian beliau menanyakan sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik ditelinga saya. " Dok, kenapa ya? Si Milo (kucing) selalu lapar. Berapapun makanan yang diberikan kepadanya selalu tidak cukup. Bagaimana solusinya dok? " Keluhan seperti ini tidak cuma sekali, seringkali terjadi. Ada klien yang merasa bangga, khawatir hingga mengeluhkan biaya pakan kucingnya terlalu tinggi. Namun, hal ini ada beberapa hal yang mungkin dialami oleh kucing yang tidak pernah kenyang. Berikut akan kita ulas satu-persatu. 1. Cacingan Kucing yang selalu lapar bisa disebabkan oleh cacingan. Cacing di perut kucing akan mengambil nutirisi yang dibutuhkan oleh kucing, artinya sebanyak apapun kucing memakan makannya, dia tidak akan mendapatkan nutirisi darisana. Hal inilah yang membuat otak selalu mengirimkan signal ke otak kucing agar selalu lapar, kare...
Comments
Post a Comment