Siklus Birahi 2


Siklus Birahi dikenal juga dengan siklus estrus (heat) yang merupakan suatu periode secara psikologis maupun fisiologis pada hewan betina yang bersedia menerima pejantan untuk kopulasi.Sedangkan siklus estrus dibagi menjadi beberapa fase yang dapat dibedakan jelas yang disebut proestrus,estrus,metestrus dan diestrus (Frandson,1996).

Proestrus
Proestrus merupakan fase sebelum estrus yaitu periode pada saat folikel de graaf tumbuh di bawah pengaruh FSH dan menghasilkan sejumlah Estradiol yang semakin bertambah (Marawali,dkk,2001).Estradiol meningkatkan suplai darah ke saluran kelamin dan meningkatkan perekembangan estrus,vagina,tuba fallopi,folikel ovarium (Toelihere,1985).

Fase yang pertama kali dari siklus estrus ini dianggap sebagai fase penumpukkan atau pemantapan dimana folikel ovarium yang berisi ovum membesar terutama karena meningkatnya estrogenik.Estrogen yang diserap dari folikel ke dalam aliran darah merangsang peningkatan vaskularisasi dan pertumbuhan sel genital dalam persiapan untuk birahi dan kebuntingan yang terjadi (Frandson,1992).
Pada fase ini akan terlihat perubahan pada alat kelamin luar dan terjadi perubahan-perubahan tingkah laku dimana hewan betina gelisah dan sering mengeluarkan suara-suara yang tidak biasa terdengar (Partodiharjo,1980)
Estrus
Estrus adalah periode yang ditandai dengan penerimaan pejantan oleh hewan betina untuk berkopulasi.Pada umumnya memperlihatkan tanda-tanda gelisah,nafsu makan turun atau hilang sama sekali,menghampiri pejantan dan tidak lari jika pejantan menungganginya.Menurut Frandson (1992),fase estrus ditandai dengan sapi yang berusaha dinaiki oleh sapi pejantan,keluarnya cairan bening dari vulva dan penigkatan sirkulasi sehingga merah.Pada saat itu,keseimbangan hormon hipofisa bergeser dari FSH ke LH yang mengakibatkan peningkatan LH,hormon ini akan membantu terjadinya ovulasi dan pembentukan korpus luteum yang terlihat pada masa sesudah estrus.Proses ovulasi akan diulang kembali secara teratur setiap jangka waktu yang tetap yaitu siklus birahi.
Metestrus
Metestrus ditandai dengan berhentinya puncak estrus dan bekas folikel setelah ovulasi mengecil dan berhentinya pengeluaran lencir (Salisbury dan Vandenmark,1978).Selama metestrus,rongga yang ditinggalkan oleh pemecahan folikel mulai terisi dengan darah.Darah membentuk struktur yang disebut korpus hemoragikum.Setelah sekitar 5 hari,korpus hemoragikum mulai berubah menjadi luteal,menghasilkan korpus luteum atau Cl.Fase ini sebagian besar berada di bawah pengaruh progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum (Frandson,1992)Progesteron menghambat sekresi FSH oleh pituitary anterior sehingga menghambat pertumbuhan folikel ovarium dan mencegah terjadinya estrus.Pada masa ini terjadi ovulasi,kurang lebih 10-12 jam sesudah estrus,kira-kira 24 sampai 48 jam sesudah birahi.



Diestrus
Diestrus adalah periode terakhir dan terlama pada siklus berahi,korpus luteum menjadi matang dan pengaruh progesteron terhadap saluran reproduksi menjadi nyata (Marawali,dkk,2001).Dimana ditandai dengan tidak adanya aktifitas kelamin,terdapat korpus luteum dan progesteron mencapai kondisi maksimum untu persiapan kebuntingan.
Siklus Estrus Pada Berbagai Hewan
Siklus Estrus Pada Sapi
Pada sapi,pubertasnya bervariasi tergantung bangsa dan tingat nutrisi.Sapi-sapi Holstein memperlihatkan birahi pertama pada umur rata-rata 37 minggu apabila tingkat nutrisinya baik dan 49 minggu bila nutrisi sedang,72 minggu bila nutrisinya rendah.
Periode estrus pada sapi dapat dinyatakan saat dimana sapi betina tetap siap sedia dinaiki oleh betina lain atau pejantan.Periode itu rata-rata 18 jam,kisaran normalnya 12-24 jam.Ovulasi normalnya terjadi kira0kira 10-15 jam setelah berakhirnya estrus.
Konsepsi masih dapat terjadi pada sapi yang dikawinkan mulai dari 34 jam sebelum ovulasi sampai menjelang 14 jam setelah ovulasi.Untuk kepentingan IB,sapi-sapi yang nampak birahi pada pagi hari,sebaiknya diinseminasi pada siangnya itu juga dan sapi yang nampak birahi sore,hendaknya dikawinkan besok pagi hari.
Siklus Estrus Pada Domba
Pubertas pada domba mulai umur 12 bulan.Domba merupakan contoh nyata untuk hewan hewan yang mempunyai poliestrus muniman dengan periode anestrus yang panjang diikuti dengan musim kawin yang bervariasi dari 1 – 20 hari siklus estrus yang berurutan.Panjangnya musim kawin tampak berkaitan dengan keadaan iklim pada saat itu.Pada iklim tertentu periode melahirkan bagi domba terbatas dan akibatnya musim kawin atau musim birahi juga terbatas dengan demikian kelahiran hanya terjadi pada waktu yang memungkinkan.
Lama siklus estrus rata-rata 16-17 hari.Siklus yang terlalu panjang atau terlalu pendek cenderung terjadi selama awal atau akhir masa birahi,bukan pada pertengahan birahi.Lama estrus rata-rata 30 jam dengan kisaran 3-84 jam,tetapi kebanyakan domba betina akan siap menerima pejantan selama periode 24-48 jam.Domba-domba pejantan sudah mulai tertarik pada saat proestrus,metestrus dan estrus tetapi domba-domba betina baru mulai menerima pejantan hanya periode estrus saja.Ovulasi terjadi pada saat akhirnya estrus,2 atau 3 ovulasi dapat terjadi pada estrus yang sama.Saat yang terbaik untuk mengawinkan domba betina adalah pada pertengahan samapai akhir periode estrus.

Siklus Estrus Pada Kuda
Pubertas mulai antara umur 10-24 bulan dengan rata-rata sekitar 18 bulan.Panjang waktu estrus antara permulaan suatu periode estrus samapi permulaan periode berikutnya bervariasi pada kuda antara 7-124 hari.Akan tetapi angka rata-rata yang dilaporkan oleh banyak penelitian adalah 21 atau 22 hari.rata-rata lamanya siklus estrus pada kuda kira-kira 6 harimtetapi dimungkinkan juga adanya variasi yang besar.Periode estrus yang terpendek nampak berkaitan erat dengan baiknya fertilitas.Pada awal musim kawin yaitu Maret dan April,periode estrus cenderung tidak teratur dan panjang,sering juga terjadi tanpa ovulasi.Dari bulan Mei ke Juli periode tersebut memendek dan menjadi lebih teratur dengan adanya ovulasi sebagai suatu bagian yang normal dan suatu siklus.Kuda dengan periode birahi 1-3 hari hendaknya dikawinkan pada hari pertama.Kuda dengan periode lebih panjang hendaknya dikawinkan pada hari ke 3 dan ke 4 dan lagi 48-72 jam kemudian.Apabila periode itu lebih lama dari 8-10 hari,sebaiknya ditunggu sampai periode birahi berikutnya.Kuda denga periode birahi yang pendek dan teratur sepanjang tahun akan dapat dikawinkan.
Siklus Birahi Pada Primata
Manusia dan primata lain mempunyai siklus menstruasi,sementara mamalia lain mempunyai siklus estrus.Kedua kasus ini,ovulasi terjadi setelah endometrium mulai menebal dan teraliri banyak darah,karena menyiapkan uterus untuk kemungkinan implantasi embrio.Pada siklus menstruasi,endomertium akan meluruh dari uterus melalui serviks dan vagina dalam pendarahan yang disebut sebagai menstruasi.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada ovarium selama siklus estrus :
1. Selama tidak ada aktifitas seksual (diestrus) terlihat folikel kecil-kecil (primer)
2. Sebelum estrus folikel-folikel ini akan menjadi besar tetapi akhirnya hanya satu yang berisi ovum matang
3. Folikel yang berisi ovum matang ini akan pecah,oosit keluar (ovulasi) saat disebut waktu estrus
4. Kalau oosit dibuahi,korpus luteum akan dipertahankan selama kehamilan dan siklus berhenti sampai bayi lahir dan selesai disusui
5. Kalau oosti tidak dibuahi,korpus luteum akan berdegenerasi,folikel baru akan tumbuh lagi,siklus di ulangi.
Siklus Estrus Pada babi
Birahi pada babi berlangsung 2 sampai 3 hari dengan variasi antara 1 sampai 4 hari.Suatu batasan yang nyata antara permulaan dan akhir estrus sulit ditentukan karena estrus adalah suatu fenomena yang berlangsung gradual.
Babi betina yang birahi memperlihatkan suatu respon diam atau sikap kawin yang jelas apabila ditekan punggungnya baik oleh pejantan,oleh betina lain atau penungguk ternak.Respon ini sangat bermanfaat dalam deteksi bukan saja permulaan birahi tetapi juga tingkatan birahi karena suatu sikap yang lebih tenang dan kaku untuk diperlihatkan selama pertengahan periode birahi.
Ovulasi terjadi selama estrus pada babi betina dan sebagian besar oosit dilepaskan 38 sampai 42 jam sesudah permulaan estrus.Lama proses ovulasi adalah 3,8 jam.Ovulasi terjadi kira-kira 4 jam lebih cepat pada betina yang sudah dikawinkan dibandingkan dengan pada betina yang belum kawin.
Siklus birahi pada babi mencapai 19 samapi 23 hari,rata-rata 21 hari,dan relatif konstan.Esrtus terjadi sepanjang tahun.Corpora lutea bertumbuh sempurna dalam waktu 6-8 hari dan kalau hewan tidak buntung,beregresi kembali pada hari ke 14 sampai ke 16 siklus birahi.
Siklus Estrus Pada Kerbau
Fisiology reproduksi kerbau betina dengan sapi agak berbeda,dan mencapai pubertas pada umur yang lebih tua daripada sapi.Rata-rata dewasa kelamin kerbau betina mencapai umur 3 tahun.Di jawa,estrus pertama terlihat pada kerbau lumpur pada umur antara 3 sampai 5 tahun.Kerbau betina adalah ternak produktif selama hidupnya,yang dapat menghasilkan 20 ekor anak dalam waktu 25 tahun.
Kerbau betina memperlihatkan siklus birahi yang normal selama kurang lebih 3 minggu,di Indonesia siklus birahi pada kerbau lumpur berkisar antara 17 dan 29 hari,rata-rata 23,53 hari.
Birahi berlangsung lebih lama pada kerbau dari pada sapi,mencapu 24 samapi 36 jam.pada penelitian lain dicatat lama birahi rata-rata 17,65 jam.Dari hasil survey di Sumatera,Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan Bali serta observasi selama 3 bulan pada sejumlah kerbau di kampung Maharang desa Prai Karoku Jangga,Sumba Barat pada tahun 1975 terbukti bahwa tanda-tanda birahi dan keinginan kelamin jelas terlihat di siang hari terutama pada waktu pagi sebelum kerbau dikeluarkan dari kandang dan pada sore hari sesudah kembali di kandang dari padang gembalaan.Tanda-tanda birahi yang terlihat adalah diam dinaiki kawannya dan keluar lendir transparan dari vulva.Lendir transparan ini jelas terlihat di sore hari pada waktu hewan istirahat dan berbaring untuk memamah biak di mana perutnya bertumpu di tanah dan tertekan sehingga saluran kelamin ikut tertekan dan terdesak untuk mengeluarkan lendir birahi.Keadaan birahi tersebut berlangsung antara 12 samapi 96 jam,dengan rata-rata 41,84 jam.

Daftar Pustaka
Frandson,R.D.1992.Anatomi dan Fisiology Ternak,edisi ke-4 diterjemahkan oleh Srigandono,B dan Praseno,K.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta
Frandson,R.D.1996.Anatomi dan Fisiology ternak,edisi ke 7,diterjemahkan oleh Srigandono,B dan Praseno,K,Gadjah Mada University Press.Yogyakarta
Marawali,A.M.T.Hine,Burhanuddin,H.L.L Belli.2001.Dasar-dasar ilmu reproduksi ternak.Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Tinggi Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur.Jakarta.
Partodiaharjo,S.1992.Ilmu Reproduksi Hewan.PT.Mutiara Sumber Widya.Jakarta Lopez,H.,L.D. Satter and M. C Wiltbank.2004 Relationship between level of milk production and estrous behavior of lactating dairy cows.Anim.Reprod.Sci.89:209-223
Toelihere,M.R.1985.Fisiology Reproduksi pada Ternak.Angkasa.Bandung


0 komentar: